Sunscreen itu ajib, tapi jangan sampe salah pilih jenis sunscreen

Banyak orang sudah rajin pakai sunscreen, tapi sering lupa bahwa tiap jenis sunscreen punya karakteristik berbeda. Kalau salah pilih, kulit bisa jadi makin berminyak, kusam, atau malah iritasi. Biar kamu ga salah pilih lagi, baca dulu edikasi jenis-jenis sunscrean dibawah ini.

1. Chemical Sunscreen

Chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas sebelum dilepaskan dari kulit. Jenis ini cocok untuk kulit normal, kombinasi, hingga berminyak, terutama buat kamu yang ingin hasil akhir ringan tanpa white cast. Keunggulan utamanya adalah teksturnya yang cepat meresap, nyaman dipakai setiap hari, dan mudah diaplikasilan. Meski begitu, chemical sunscreen kurang cocok untuk kulit sensitif karena beberapa bahan kimianya bisa memicu iritasi atau rasa panas saat diaplikasikan. Selain itu, sunscreen ini perlu waktu sekitar 15 menit sebelum mulai efektif melindungi kulit. Contoh produk;

 Skintific Suncreen 5x Ceremide Serum SPF 50+


 OMG Brigth Tone Up Barrier Sunsreen


 SKIN 1004 Madagascar Centella Hyalu-Cera Water Sun-Serum




2. Physical Sunscreen

Berbeda dengan contoh chemical, physical sunscreen melindungi kulit dengan memantulkan sinar UV menggunakan bahan seperti zinc oxide dan titanium dioxide. Sunscreen ini jadi pilihan terbaik untuk kulit sensitif, kering, atau mudah iritasi karena formulanya lebih lembut dan bekerja langsung setelah diaplikasikan. Kelebihannya adalah efek menenangkan serta risiko iritasi yang kecil. Namun, physical sunscreen sering meninggalkan white cast dan teksturnya bisa terasa lebih tebal, membuatnya kurang nyaman untuk kulit berminyak. Jika tidak diratakan dengan baik, hasilnya juga bisa terlihat cakey. Contoh produk; 

LABORE Biome Protect



Erfomula Cera Hydro,


Wardah UV Shield Physical Sunscrean Serum SPF 50 PA++++




3. Hybrid Sunscreen

Hybrid sunscreen adalah kombinasi antara chemical dan mineral, sehingga memberikan perlindungan luas namun tetap terasa nyaman di kulit. Jenis ini cocok untuk hampir semua jenis kulit—terutama bagi yang ingin perlindungan maksimal tanpa tekstur berat. Kelebihannya termasuk minim white cast, terasa lebih ringan dibanding mineral murni, dan biasanya memiliki formula yang stabil. Meski begitu, pengguna dengan kulit sangat sensitif tetap perlu memperhatikan kandungan tertentu, karena sebagian bahan chemical masih bisa menyebabkan iritasi pada beberapa orang. Contoh produk;

Facetology Tripel Care Sunscrean



Skin Aqua Tone Up UV Essence



Implora  Perfect Shield Sunscreen




4. Sunscreen Gel / Water-Based

Sunscreen gel biasanya merupakan versi lebih ringan dari chemical atau hybrid sunscreen. Teksturnya yang watery dan cepat menyerap membuatnya sangat ideal untuk kulit berminyak, kombinasi, atau acne-prone. Kelebihannya adalah tidak lengket, nyaman dipakai di cuaca panas, dan memberikan sensasi segar tanpa membuat wajah tampak mengilap. Namun, sunscreen ini bisa terasa kurang melembapkan, sehingga mungkin tidak cocok untuk kulit kering. Beberapa jenis gel juga mengandung alkohol yang dapat mengiritasi kulit sensitif. Contoh produk; 

Azarine Hydrasoothe Suncreen



SOMETHINC Hyloshield  






5. Sunscreen Cream / Lotion

Sunscreen cream memiliki tekstur yang lebih rich dan melembapkan, sehingga sangat cocok untuk kulit kering atau dehidrasi. Jenis ini biasanya memberikan hasil akhir dewy dan bisa berfungsi sekaligus sebagai base makeup. Kelebihannya adalah hidrasi ekstra dan kenyamanan pada kulit yang mudah terasa kaku. Tapi karena teksturnya tebal, sunscreen cream bisa terasa berat bagi kulit berminyak dan membuat wajah cepat mengilap. Jika tidak dipilih dengan tepat, sunscreen jenis ini juga berpotensi menyumbat pori. Contoh produk; 

Biore UV Aqua Rich



Emina Sun Bettle.




Kalau kamu sudah tahu jenis sunscreen yang paling sesuai, pakai setiap hari itu jadi lebih mudah dan nyaman.

Komentar